11/02/2009

Sejarah Serat

Dalam dunia tekstil, pembuatan kain tidak terlepas dari bahan baku utamanya yang berupa serat. Serat dibagi menjadi serat alam dan serat buatan. Serat buatan atau sintetik adalah serat yang dihasilkan melalui rekayasa genetik. Sedangkan serat alam adalah serabut-serabut yang berasal dari unsur-unsur alam, yaitu tumbuhan, hewan, dan mineral. Serat hewan umunya berasal dari bulu hewan. Sedangkan serat tumbuhan berasal dari seluruh bagian tanaman, seperti akar, batang , pelepah, daun dan buah.
1. Serat Linen

Serat yang pertama kali digunakan manusia adalah serat dari sejenis alang-alang, yaitu Linum usitatissimum. Kain yang dihasikan dikenal dengan nama linen. Pembudidayaannya dimulai pada periode Neolitikum(5000-1000 SM). Kain linen mempunyai sifat agak tebal dan kaku, dengan permukaan yang halus dan sangat kuat. Oleh karna itu, kain ini sering digunakan sebagai taplak meja, serbet, tirai, dan sebagainya.
2. Serat Wol
Serat wol yang terbuat dari bulu domba ini, mulai dikenal pada jaman Perunggu (2500-1000SM). Kain yang dihasilkan dapat memberikan kehangatan bagi pemakai, khususnya di daerah dingin. Mengapa? Hal ini karena serat wol memiliki kelenturan yang tinggi. Daya regangnya dapat mencapai 35% dari panjang semula. Seratnya bersisik dan keriting.
Untuk mendapatkan jenis serat yang memiliki keunggulan khusus, peternak mengawinsilangkan beberapa jenis domba untuk memperoleh serat seperti yang diharapkan. Hasil kawin silang domba Tarantin (Spanyol) dengan Laodisia (Asia Kecil) menurunkan nenek moyang domba Merino yang memiliki bulu yang halus. Selain domba, bulu juga diambil dari hewan lainnya seperti kambing dan kelinci Angora, unta Bactrian dari Asia, serta bulu Llama dari Amerika Latin.
3. Serat Kapas
Serat yang paling populer di dunia, yaitu serat kapas yang sering disebut katun. Daya serapnya yang tinggi membuat nyaman bila digunakan sebagai pakaian. Sifat yang dimilikinya cocok dengan iklim tropis. Kekurangannya adalah kain ini mudah sekali kusut dan susut pada pencucian pertama.
Serat kapas berasal dari tanaman Gossypium, sejenis belukan dengan tinggi antara 120-180cm. Awalnya serat ini ditemukan di India kemudian menyebar ke daerah lain.
4. Serat Sutra
Sutera tidak berasal dari bulu atau bagian tanaman melainkan dari air liur ulat sutera. Ulat ini adalah sejenis larva dari ngengat sutera Bombyx mori dari keluarga Lepidopter. Sebelum membentuk kepompong, ulat memakan daun murbei, Morus alba, L.
Kepompong ulat sutera terbuat dari cairan yang keluar dari mulutnya. Seluruh tubuh ulat akan terbungkus dalam jaringan lilitan air liur. Lilitan ini akan mengeras dan bila diurai menjadi serat panjang dan halus. Diantara yang lain serat ini merupakan serat terpanjang karena air liur ulat tidak akan terputus sebelum seluruh kepompong terbentuk.
Serat yang memiliki kilau tak tertandingin ini berasal dari Tiongko dan sudah dikenal sejak pemerintahan kaisar Huang-ti (2640SM). Istri kaisar Huang-ti lah yang pertama kali menemukan serat sutera dan merancang alat tenun khusus untuk menenunnya. Kemudian Bangsa Tiongkok terkenal dengan produksi kain sutera terbaik di dunia.
Sutera kemudianmenjadi komoditi penting dalam perniagaan dunia, sehingga muncullah jaringan perjalanan sutera yang dikenal dengan nama Jalur Sutera(Silk Road).Mulanya pembuatan serat sutera dirahasiakan. Namun akhirnya bocor dan pembuatannya menyebar ke beberapa daerah lain termasuk Indonesia. Pada masa kerajaan Sriwijaya, tanaman Murbei sudah dibudidayakan. Setelah itu tanah Gayo merupakan daerah yang pernah menjadi penghasil sutera bermutu tinggi. Dewasa ini budidaya sutera terpusat di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.


1 comments:

Dwi Sulistiyani mengatakan...

Thanks for sharing.. Butuh bahan kain berkualitas dengan harga murah?.. Kunjungi toko kain online kami dan dapatkan penawaran menarik lainnya.. Regards : Fitinline..

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger